BREAKING NEWS :
Loading...

Belajar Syariat Islam Dengan Niat Mencari Pekerjaan Adalah Sesat, Berikut Penjelasannya




Portal Aswaja -  Dizaman sekarang ini selain banyak bermunculan artis baru, juga banyak sekali ustadz baru bermunculan. Mulai dari yang muda hingga yang berumur. Semua berbondong-bondong berdakwah untuk menyampaikan akidah islam. 

Tetapi banyak pula para ustadz yang mencalonkan diri sebagai anggota politik. Mereka melakukan kampanye dengan menyertakan ayat-ayat Allah. Namun mereka tidak benar-benar tau maknanya. Mereka hanya ingin menjerat rakyat agar memilihnya dengan jalur islam. 

Perbuatan tercela tersebut yang mengarah kepada kemungkaran dan kefasikan itu dipengaruhi oleh hati yang kotor. Mereka melakukan itu tanpa memperdulikan norma-norma yang ada, baik norma sosia maupun norma agama. Pola pikirnya hanya mengarah kepada materi dan kemewahan duniawi. 

Oleh karena itu, sering kita temukan orang yang mempelajari ilmu agama hanya dijadikan kedok dan topeng belaka, padahal tujuna hatinya adalah untuk meraih kemewahan duniawi  atau sebagai alat propaganda diri. 

Rasulullah bersabda yang artinya : "Aku lebih takut kepada selain Dajjal daripada ketakutanmu kepada Dajjal". Kemudian ditanyakn  : "Siapa selain Dajjal yang engkau takutkan Ya Rasulullah?". Beliau menjawab : "Yaitu para imam yang sesat." [HR. Ahmad] 

Bahkan Dajjal yang merupakan pendosa saja kalah dengan pengaruh keburukan imam yang sesat. 
Rasulullah bersabda yang artinya : "Barang siapa yang mencari ilmu untuk mendapat ridla Allah, disamping itu juga mengharapkan keuntungan harta duniawi, maka orang tersebut tidak akan menemukan harumnya bau surga pada hari kiamat." [HR. Abu Daud dan Ibnu Majah] 

Dari hadits-hadits diatas, bisa kita simpulkan bahwa menuntut ilmu itu membutuhkan niat yang murni. Jangan sampai kita mencari ilmu karena ingin terkenal atau dihormati orang lain. 
Na'udzubillah! 




No comments

Powered by Blogger.